UPT PENDIDIKAN DASAR SUKUN

Sekolah Ini Libur Jika Hujan Turun

Leave a comment

KOLAKA, KOMPAS.com – Mendapatkan pendidikan yang layak serta fasilitas belajar yang memadai adalah hak dari seluruh generasi muda di Negeri ini, tidak terkecuali siswa-siswi yang ada di SMK Negeri 1 Tenggetada, Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Miris rasanya jika melihat mereka kini belajar di ruang belajar yang beratapkan jerami serta berdindingkan papan bekas. Ruang kumuh itu “disulap” menjadi ruang belajar bagi mereka untuk menimba ilmu tiap harinya.

Posisi ruang belajar yang serba darurat sewaktu-waktu mengancam keselamatan para siswa karena bangunan tersebut bisa ambruk bila diterpa angin kencang. Kerisauan pun dirasakan oleh para siswa, namun mereka harus pasrah dengan keadaan tersebut.

Salah satu siswi yang namanya enggan untuk disebutkan menceritakan ketakutannya terhadap ruang kelas belajar di sekolahnya. “Kalau angin kencang kita was-was juga, karena sekolah kita itu mudah ambruk. Papannya saja papan bekas, atapnya rumbia, berlantaikan tanah dan bolong-bolong. Pokoknya saya kadang sedih kalau melihat sekolah lain dan membandingkannya dengan sekolah saya,” ceritanya dengan mata yang berkaca-kaca, Selasa (06/11/2012) kemarin.

Dia juga mengaku kerap merasa dikucilkan oleh sekolah lain. “Saya malu kalau bertemu siswa dari sekolah lain. Mereka punya fasilitas yang memadai tapi kita di sini apa adanya. Namun saya tetap semangat untuk terus belajar,” tambahnya.

Yang lebih parah, apabila hujan deras turun, mereka akan diliburkan karena kondisi sekolah dipenuhi genangan air dan lumpur.

Yang lebih parah, apabila hujan deras turun, mereka akan diliburkan karena kondisi sekolah dipenuhi genangan air dan lumpur.

Wakil kepala sekolah SMKN 1 Tanggetada, Ilham mengatakan, jika hujan turun di hari senin pasti pihak sekolah meniadakan upacara bendera. “Waktu Bupati Kolaka datang di sini, dia berjanji untuk membuat parit di sekitar sekolah agar kita tidak kebanjiran lagi. Nah saat itu langsung diperintahkan langsung kepada Dinas PU, tapi hingga saat ini belum terlaksana. Kalau angin kencang kita suruh murid keluar ruang kelas, karena nanti tertimpa material kelas. Semoga saja sekolah kami segera diperhatikan oleh pemda,” ungkapnya dengan penuh harap.

Nasrudin Foker, yang merupakan pemerhati Pendidikan di Kolaka mendesak agar siswa-siswi SMKN 1 Tanggetada diberikan haknya berupa pendidikan yang layak. “Apalagi angaran yang terbesar di negara ini adalah untuk sektor pendidikan. Untuk Dinas Pendidikan Kolaka janganlah bermain terhadap masalah seperti ini,” cetusnya.

Direktur salah satru LSM di Sulawesi Tenggara ini juga mendesak kepada pemda agar tidak menerapkan praktik tebang pilih terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kolaka. Pasalnya, sekolah tersebut bukan berada di pelosok, melainkan di pinggir jalan raya.

“Mau di pelosok, atau di mana saja, yang jelas perhatian terhadap pendidikan harus merata. Ini merupakan tanggung jawab bersama, jangan main-main dengan masalah pendidikan,” tutupnya.

Author: uptsukun

PEMERINTAH KOTA MALANG DINAS PENDIDIKAN UPT Pendidikan Dasar Kecamatan Sukun Jl. Rajawali 2 Malang No. Telepon (0341) - 364306 Email : uptsukun@ymail.com Website : www.uptsukun.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s